BERKARYA DALAM PANDEMI

 Sejak Topik Negeri Tirai Bambu viral di medsos, disebabkan karena suatu wabah yang tiba tiba datang di Bumi dan kemudian menyebabkan Ratusan Nyawa melayang...Hal Menakutkan Terbersit dalam Kalbu dan Tanya...Apakah Wabah tersebut akan berlenggang elok menuju negeri kita, yang katanya GEMAH RIPAH LOH JINAWI??? Negeri kita, yang katanya hasil buminya meruah Limpah ( entah mengapa, saya senang dengan Kata tersebut namun Bukan Melimpah Ruah, I Dont Know ).


Pelan, Tapi pasti, ia bergerak laksana penari lunglai, lembut , gemulai, tapi sayangnya mematikan. Upsss...tanpa sadar tanggal 17 Maret 2020, seluruh siswa di kota Palu, dirumahkan, karena kedatangan tamu tak diundang yang siap memberi ketakutan untuk semua warga Nusantara. Tak pernah ada yang Nyana, ia Nyata...sungguh nyata...Hingga anakku Ridha Putri Ramadhani, kelas IV SD kala itu  sempat berkisah dalam tulisan mininya tentang Apa Yang akan mereka , Para Siswa seluruh Kota Palu dan bahkan Seantero Nusantara ini rasakan atas DIRUMAHKAN mereka dari proses belajar mengajar  di sekolah bersama GURU-GURUNYA  ??? Bisa jadi karena memang Guru di sekolah adalah Guru yang mereka Idolakan, sehingga ketika sebagian  para Emak/ Bunda/Ummi berganti peran, anak anak tak sanggup, para Guru penggantipun angkat tangan...Merka hampir Darting dengan pembelajaran Daring.

Tanya yang jawabnya masih fleksibel, Tanya yang jawabnya Jelas dan tidak jelas, Tanya yang Jawabnya masih jauh dari kenyataan...Hingga tanya itu meruang dalam BATINKU.


Sebulan berlalu, suasana masih mencekam, ribuan Warga yang cinta akan negerinya DI PHK karena keuangan perusahaan yang mulai kembang kempis atas diberlakukannya WFH, atas diberlakukannya Karantina untuk beberapa daerah yang ada di Indonesia, ... apa hendak dikata Pastilah Seluruh Perusahaan akan menyelamatkan ASETnya dengan jalan merampingkan Tenaga Kerjanya... Simsalabim...Bertambahlah jumlah Pengangguran di Indonesia akan hal tersebut...Dan bertambah pulahlah Tugas Negara atas masalah yang ada, ...Tiap-tiap warga Negara berhak atas pekerdyaan dan penghidupan yang lajak bagi kemanusiaan Isi UUD 1945 Pasal 27 ayat 2....


Segala Upaya dilakukan pemerintah untuk menyokong ekonomi rakyat yang semakin terpuruk, bukan hal mudah ...namun itulah peran yang harus dilakukan pemerintah untuk bisa menjaga INDONESIA TETAP MERDEKA di Usia 75 tahunnya.

Beragam Pujian bahkan caci maki semarak di Medsos karena ketimpangan dalam proses pemberian Bantuan, mulai dari BLT, PKH dan beragam jenis bantuan yang digelontorkan dari pemerintah tidak serta merta melepas kesulitan keuangan masyarakat, bisa jadi Faktor Negeri kita yang terdiri dari pulau pulau besar dan kecil, diantaranya ada lautan maha kaya menjadi pembatasnya.


Belum lagi soal Bantuan atas bencana yang terjadi 28 September 2018 di kota Palu usai, kini  soal pembagian BLT, PKH atau apapun namanya yang menjadi bahan cacimaki warga atas KINERJA pemerintah daerah....It's Not Problem...karena tidak mudah  melakukan hal tersbut secara cepat karena banyak kendala d lapangan, ...


Kisah Wuhan Membekas dialam pikir anak anak kita, Dari Wuhannlah Petaka ini datang, yang hadir d semesta bumi untuk menyatakan pada Bumi dan seisinya, BAHWA Allah jualah yang maha kuasa atas semua hal tersebut, Atas Izinnyalah segalanya terjadi, 

Namun tak mungkin kita harus mati konyol, Kondisi awal PANDEMI, kita diajak untuk menjadi MAKHLUK SOSIAL yang sebenarnya, kita diajak BERBAGI, mulai dari yang tak punya harta lebih sampai para HARTAWAN diajak untuk PEDULI, sungguh maha besarNya Allah, disaat sempit Kita diajak untuk BERSEDEKAH, berbagi dengan siapapun sebagi bentuk peduli atas sesama.

Sekolah Hampir 5 bulan lebih tak ada cengkrama dengan anak anak...ruang ruangnya kosong, hanya ada bangku dan meja serta dekorasi sederhana. Yang terpikirkan, bagaimana nasib para pedagang kecil di sekolah sekolah, yang hanya mengharapkan pembeli Beras dan Air lewat jualan kecil mereka, yang tak punya mimpi muluk, kecuali Ingin anak anak mereka menamatkan sekolah sampai di Bangku SMA/SMK...Tergerak hatiku untuk mencari info tentang para penjual tersebut, ...Sekitar seminggu info kudapatkan Bahwa mereka berusaha Survive dengan kondisi yang ada, ..mereka harus kuat karena ada beberapa nyawa yang harus diberi makan minum...Sedih  dengan kondisi yang ada...Karena dalam kondisi sekolah diliburkan, diriku pun tak bisa mendapatkan kelebihan rezeki dari jualan Praline murah ...Hasil penjualan Praline lah yang diriku gunakan untuk berbagi dengan para siswa setiap 3 bulan sekali sebelum PANDEMi hadir di Indonesia, ...

Berdiam diri di rumah membuat diri ini lebih banyak melepas perhatian terhadap bunga bunga yang ditanam dan sdh banyak berkembang. Muncul ide sederhana untuk Memindahkan anakan Bunga lalu kemudian dijual . Namun tak mudah untuk melakukan hal tersebut di tengah kesulitan semua warga. satu hal yang aku yakini...suatu waktu pasti bisa dilakukan...Langkah pasti kutujukan...dalam waktu seminggu Pot pot mungil yang tadinya kosong sudahmulai terisi dengan bunga bunga sederhana. Ide Jualan Bungapun akhirnya berjalan...

Sampai waktu Ramadhan tiba, .. tergerak kembali hati ini untuk kembali mengolah Coklat coklat yang tersisa hasil produksi sebelum Pandemi.  Alhamdulilah, dalam tempo sebulan bisa menghasilkan rezeki lebih ...dan bisa membantu beberapa tetangga yang membutuhkan.

Masa PANDEMI adalah masa Uji setiap Insan yang hidup diatas bumi, Masa Uji untuk setiap Orang Yang memiliki TITEL lebih karena Pendidikan yang ditempuhnya, apakah mampu bertahan hidup dengan Keilmuan yangdimilikinya>>??? Masa Uji bagi setiap orang yang memilik Harta Lebih, Masa Uji untuk setiap Insan yang katanya SABAR...Masa Uji atas kerja Pemerintah....baik Pusat maupun Daerah...Ternyata DALAM NKRI ini kita tidak bisa hidup tanpa pemerintahan...dimana segala kebijakannya menjadi POLA hidup setiap yang berkarya d Atas Jajaran Kepulauan Di Indonesia. ..karya yang bisa memberi Mulut ini sesuap Nasi dan Segelas Air...Yang Bisa Membuat KITA sempurna dalam Ibadah Ibadah Kita.

Hampir 5 bulan, masa ini belum usai...Banyak Hal Positif yang diri ini rasakan, semakin dekat dengan keluarga, beribadah dengan waktu yang tidak sempit, bisa lebih banyak berkresi dengan Coklat, Bahan Bekas, dan dengan tanaman yang ada d rumah... Sekiranya waktu ini berlalu...diri ini berharap semoga waktu yang akan datang kita masih punya kesempatan untuk bersama dengan keluarga dalam tempo yang juga masih panjang....Diri ini yakin, pasti ketika semuanya kembali Pulih ...KITA AKAN RINDU DENGAN SUASANA RUMAH DIMASA PANDEMI...


Mari sama sama kita berharap dan berdoa, kiranya segalanya segera membaik, KURANG BAIK APA, PEMERINTAH dengan bantuannya, kalaupun ada yang tidak suka dengan sikap pemerintah, bisa jadi karena mereka memang tidak suka , tapi sebaik baiknya Warga adalah yang menghormati pemerintahnya...Nah...AYO jujur dalam Bertindak dan BERsikap, sehingga masyarakatpun akan jatuh cinta pada kalian...bisa jadi karena tindak dan sikap kalian  sehingga Sebagian masyarakat tidak mencintai Pemerintahnya...AYO SAMA SAMA BERPRASANGKA BAIk UNTUK INDONESIA YANG SUDAH BERUSIA 75 TAHUN...Bergandengan Tangan Antara PEMERINTAh DAn Rakyatnya, menjadi rangkaian Rantai yang kokoh untuk sama sama BERDIRI TEGAR..NYANYIKAN INDONESIA RAYA, Hingga membahana ke seantero JAGAT...

AYO JAGA INDONESIA...MASIH DENGAN MASKER, CTPS, JAGA JARAK...Untukmu Indonesiaku, Untukku INDONWSIAMU...SATU INDONESIA#iniUntukKita

@djpprkemenkeu

Komentar